Tentang Kitab Ushul Sunnah

Kitab Ushul Sunnah adalah salah satu kitab yang disusun oleh Imam Ahlussunnah Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal rahimahullah, yang memuat prinsip-prinsip aqidah ahlussunnah wal jama’ah. Meskipun kitab ini tidak mencakup seluruh aqidah ahlussunnah, setidaknya kitab ini mencakup prinsip-prinsip dasarnya yang merupakan lawan dari prinsip-prinsip dasar bid’ah.

Syaikh Walid bin Muhammad Nubaih telah melakukan Tahqiq sekaligus memberikan Syarah pada kitab Ushul Sunnah yang diriwayatkan oleh Abdus bin Malik al-Aththar rahimahullah yang mendengar langsung dari gurunya yaitu Imam Ahmad bin Hanbal. Abu Bakar al-Khallaal rahimahullah berkata, “Di sisi Abu Abdillah (kunyahnya Imam Ahmad), dia (Abdus bin Malik al-Aththar) memiliki kedudukan dalam hal hadiah-hadiah dan selainnya, ia (Imam Ahmad) menyenanginya dan mendahulukannya. Berita-beritanya cukup panjang untuk dijelaskan. Abu Ya’la berkata, “Ia meriwayatkan dari Abi Abdillah berbagai permasalahan yang tidak pernah diriwayatkan oleh selainnya yang seluruhnya tidak sampai pada kita kecuali sedikit di dalam bab-bab As-Sunnah, yang seandainya diadakan perjalanan ke negeri Cina untuk mencarinya niscaya hal itu tidak seberapa. Abu Abdillah mengeluarkannya dan menyerahkan padanya…(secara ringkas)”. [Thabaqaat al-Hanaabilah, 1/241]

Setelah selesai men-tahqiq dan men-syarah kita Ushul Sunnah ini, Syaikh Walid menyerahkan kepada gurunya, Syaikh Muhammad ‘Ied al-Abbasy, yang merupakan murid dari muhaddits abad ini, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah.

Sederet ahli ilmu telah berjasa membawa ilmu ini dari generasi ke genarasi dan menjelaskannya kepada umat demi tetap tegaknya Sunnah di muka bumi ini. Bersambungnya sanad dalam periwayatan kitab ini menunjukkan ke-otentik-an prinsip-prinsip aqidah ini. Semoga Allah Ta’ala membalas mereka semua dengan balasan yang sebaik-baiknya.

يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله ينفون عنه تحريف الغالين وانتحال المبطلين وتأويل الجاهلين

“Ilmu agama ini akan dipikul oleh orang-orang yang adil pada setiap generasi. Mereka menghilangkan penyimpangan orang-orang yang melampaui batas, kedustaan para pendusta dan takwil orang-orang bodoh”

———————————————–

Ditulis di Muscat, 4 Jumadil Ula 1432H

oleh Abu Faruq Dedhy Prihtiantoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s